Bupati Karimun Canangkan Pulau Tulang Jadi Destinasi Wisata Sejarah dan Peradaban Melayu


Karimun | Zonaindo.web.id – Dalam rangkaian pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Ke-IV Kecamatan Selat Gelam yang digelar pada akhir Mei 2026, Bupati Karimun, Ing. H. Iskandarsyah, memaparkan visi besar pembangunan Pulau Tulang sebagai kawasan wisata berbasis sejarah dan peradaban Melayu. Senin (8/6/2026).

Di hadapan masyarakat Pulau Tulang, Bupati menegaskan bahwa pembangunan daerah harus berjalan seiring dengan upaya menjaga identitas budaya serta nilai-nilai agama yang selama ini menjadi fondasi kehidupan masyarakat Karimun.
Menurutnya, momentum MTQ bukan hanya menjadi ajang syiar Islam, tetapi juga bagian penting dalam menjaga jati diri masyarakat Melayu yang erat dengan nilai-nilai keislaman.

Pemerintah Kabupaten Karimun, kata Iskandarsyah, tidak pernah menolak modernisasi maupun perkembangan zaman. Namun, kemajuan yang dicapai tidak boleh membuat masyarakat melupakan akar budaya dan identitas yang diwariskan oleh para pendahulu.

“Kita tidak menghalangi modernisasi. Kita harus maju, harus berkembang, tetapi jangan sampai identitas kita hilang. Jangan sampai Melayu hilang di bumi sendiri,” tegasnya.

Bupati mengingatkan bahwa masyarakat Karimun merupakan bagian dari peradaban Melayu yang besar, yang memiliki adat dan adab sebagai penguat kehidupan sosial masyarakat.

Semangat menjaga marwah Melayu sebagaimana diwariskan tokoh legendaris Melayu, Hang Tuah, menurutnya harus terus hidup di tengah masyarakat, terutama di kalangan generasi muda.
Komitmen menjaga budaya tersebut, lanjutnya, juga tercermin dari keberhasilan Kabupaten Karimun dalam mempertahankan bahasa ibu yang mendapat apresiasi dari pemerintah pusat melalui penghargaan dari Menteri Kebudayaan.

“Ini menunjukkan bahwa Karimun tetap konsisten menjaga bahasa dan budaya Melayu sebagai warisan yang harus diteruskan kepada generasi berikutnya,” ujarnya.

Pulau Tulang Disiapkan Menjadi Kawasan Wisata Unggulan

Pada kesempatan yang sama, Bupati turut memaparkan arah pembangunan Pulau Tulang yang akan menjadi salah satu kawasan strategis pengembangan pariwisata Kabupaten Karimun.

Menurutnya, Pulau Tulang memiliki nilai lebih dibandingkan sekadar destinasi wisata alam karena menyimpan jejak sejarah, budaya, dan peradaban Melayu yang kuat.

“Pulau Tulang merupakan bagian dari peradaban Melayu. Potensi sejarah, budaya, dan kearifan lokal yang dimiliki kawasan ini sangat besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata unggulan Kabupaten Karimun,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa pengembangan Pulau Tulang telah masuk dalam kajian pembangunan jangka panjang pemerintah daerah. Program tersebut tidak hanya bertujuan meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga menjaga dan memperkenalkan warisan budaya Melayu kepada generasi mendatang, khususnya para pelajar.

Sebagai bentuk keseriusan pemerintah daerah, pembangunan pelabuhan di Pulau Tulang direncanakan mulai direalisasikan pada tahun 2027.

Infrastruktur tersebut dinilai sangat penting untuk membuka akses menuju kawasan yang selama ini masih terkendala kondisi pasang surut air laut.
“Selama ini masyarakat maupun pengunjung cukup kesulitan ketika hendak berlabuh saat air surut. Karena itu, Insya Allah pada tahun 2027 kita siapkan pelabuhan yang representatif agar akses menuju Pulau Tulang semakin mudah,” jelasnya.

Bupati meyakini pengembangan Pulau Tulang akan menjadi salah satu penggerak ekonomi baru bagi masyarakat Kecamatan Selat Gelam sekaligus memperkuat posisi Karimun sebagai daerah yang mampu memadukan pembangunan, pelestarian budaya, dan penguatan nilai-nilai keagamaan.

“Daerah yang maju bukanlah daerah yang melupakan sejarah dan budayanya. Kita ingin membangun masa depan tanpa meninggalkan jati diri. Karena itulah pembangunan Pulau Tulang harus menjadi bagian dari upaya menjaga dan menghidupkan kembali kebanggaan terhadap peradaban Melayu,” tutupnya.

Dalam pelaksanaan MTQ Ke-IV Kecamatan Selat Gelam tersebut, Bupati juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan MTQ bukan sekadar ajang pencarian qari dan qariah terbaik, melainkan sebagai sarana mempererat silaturahmi serta memperkuat komitmen bersama dalam menjaga nilai-nilai Islam, budaya Melayu, adat, dan adab yang menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Karimun.

---
(Redaksi Zonaindo.web.id)

Posting Komentar untuk "Bupati Karimun Canangkan Pulau Tulang Jadi Destinasi Wisata Sejarah dan Peradaban Melayu"